Pemodelan Bencana Longsor Berbasis Spasial

Irma Lusy(1*), Nani Suwarni(2), Dedy Miswar(3), M. Thoha B.S Jaya(4),

(1) UNIVERSITAS LAMPUNG
(2) UNIVERSITAS LAMPUNG
(3) UNIVERSITAS LAMPUNG
(4) UNIVERSITAS LAMPUNG
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.35580/lageografia.v19i1.13860

Abstract


Tanggamus Regency as one of the regencies in Lampung Province is also one of the areas to landslides. Most areas of Tanggamus Regency have the potential for disasters, especially in coastal areas, rivers and hilly areas. This study aims to create a spatial landslide disaster model in Ulu Belu District, Tanggamus Regency, Lampung Province. The method used is overlay and scoring with a spatial approach. The results showed that the level of landslide hazard in Ulu Belu District was divided into three, namely landslide areas with 11,736 ha or 11%. While areas that are to landslides are 81.319 ha or 77%. Then the high landslide area is 11,907 ha or 12%, and the village that has the highest area for high landslide criteria is in Gunung Tiga Village with an area of 1,930 ha. While the village with the highest area for medium landslide levels is Petay Kayu Village with an area of medium landslide areas is 4,803 ha. As for the area which has the highest area for medium landslide criteria is Sinar Galih Village with an area of 292 ha


Keywords


Pemodelan spasial, longsor, overlay

Full Text:

PDF

References


Ayunina, Q. (2019). GAMBARAN INFRASTRUKTUR SEKOLAH DASAR SIAGA BENCANA DI YOGYAKARTA. UNNES.

Banuwa, I. I. S. (2013). Erosi. Prenada Media.

Darmadi, H. (2011). Metode penelitian pendidikan. Bandung: Alfabeta.

Hardianto, A., Winardi, D., Rusdiana, D. D., Putri, A. C. E., Ananda, F., Djarwoatmodjo, F. S., Yustika, F., & Gustav, F. (2020). Pemanfaatan Informasi Spasial Berbasis SIG untuk Pemetaan Tingkat Kerawanan Longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Jurnal Geosains Dan Remote Sensing, 1(1), 23–31.

Irawan Riyadi, M. T., Kusumaningrat, H., Kusumaningrat, P., Karya, R., Ip, R. M. S. A. S., & Remaja, P. T. (n.d.). Arikunto, Suharsimi, Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek, Rineka Cipta, Jakarta: 1998.

Barus, W Sedia. (2010). Jurnalistik Petunjuk Teknis Menulis Berita, Jakarta: Erlangga

Bungin, burhan, (2010). Metodologi Penelitian Kualitatif, jakarta: rajawali pers.

Marfai, M. A. (2015). Pemodelan Geografi. Yogyakarta: Ombak.

Mubekti, M. (2008). Mitigasi Daerah Rawan Tanah Longsor Menggunakan Teknik Pemodelan Sistem Informasi Geografis; Studi Kasus: Kecamatan Sumedang Utara dan Sumedang Selatan. Jurnal Teknologi Lingkungan, 9(2).

Ningsih, Y. W., Imawati, N. D., A’dawiyah, R., Prihastomi, A., Gunawan, G., & Widyatmoko, W. (2020). Identifikasi Kesiapan Sekolah Menengah Muhammadiyah untuk Implementasi Sekolah Siaga Bencana di Kecamatan Wedi Kabupaten Klaten. LaGeografia, 18(2), 99–108.

Noor, D. (2014). Pengantar Mitigasi Bencana Geologi. Deepublish.

Nugraha, S. B., Sidiq, W. A. B. N., & Benardi, A. I. (2015). Pemanfaatan Teknologi SIG Untuk Pemetaan Tingkat Ancaman Longsor Di Kecamatan Kejajar, Wonosobo. Jurnal Geografi: Media Informasi Pengembangan Dan Profesi Kegeografian, 12(2), 202–213.

Putri, S. J. I. (2017). Analisa Daerah Rawan Banjir di Kabupaten Sampang Menggunakan Sistem Informasi Geografis Dengan Metode Data Multi Temporal. Institut Teknologi Sepuluh Nopember.

Rahmadani, S. (2020). STUDI TINGKAT PENGETAHUAN KEBENCANAAN TERHADAP SIKAP KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI BENCANA TANAH LONGSOR DI KECAMATAN PARANGLOE KABUPATEN GOWA TAHUN 2019. Jurnal Environmental Science, 2(2), 162–169.

Rijanta, R., Hizbaron, D. R., & Baiquni, M. (2018). Modal Sosial dalam Manajemen Bencana. UGM PRESS.

Suaebah, S. (2019). Pengurungan Risiko Bencana Tanah Longsor Melalui sekolah Siaga Bencana di Desa Bulu Tellue Kecamatan Tondong Tallasa Kabupaten Pangkep Provinsi Sulawesi Selatan. UIN Sunan Ampel Surabaya.

Sugiyono, P. (2005). Memahami penelitian kualitatif. Bandung: Alfabeta.

Sulistyawati, M. D. (2019). Pemetaan Kerentanan Bencana Alam di Provinsi Lampung Tahun 2018.

Sumaatmadja, N. (1996). Studi Geografi sebagai Suatu Pendekatan Analisis Keruangan. Bandung: Alumni Bandung.

Tamburaka, E. (2019). RESIKO DAN MITIGASI BENCANA GEMPA TEKTONIK DI KABUPATEN KONAWE. Aksara Public, 3(2), 222–235.

Tjandra, K. (2018). Empat Bencana Geologi yang Paling Mematikan. UGM PRESS.

Ulum, M. C. (2013). Governance dan Capacity Building Dalam Manajemen Bencana Banjir Di Indonesia. Jurnal Penanggulangan Bencana, 4(2), 5–12.

Yuniarta, H., Saido, A. P., & Purwana, Y. M. (2015). Kerawanan bencana tanah longsor Kabupaten Ponorogo. Matriks Teknik Sipil, 3(1).


Article Metrics

Abstract view : 200 times | PDF view : 94 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Irma Lusy

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

 

LaGeografia: Jurnal Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar.

Email: lageografia@unm.ac.id | +6285298749260

 

Editorial Office