Fitur Pengganti Untuk Interpretasi Garis Pantai Bentuk Lahan Karst dan Fluvio-Marin

Olivia Elfatma(1*),

(1) Akademi Komunitas Perkebunan Yogyakarta
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.35580/lageografia.v18i3.13629

Abstract


Garis pantai selalu dinamis dan sulit didefinisikan, terutama pada bentuk lahan fluvio-marin dan karst. Fitur pengganti mampu merepresentasikan garis pantai pada Landsat 8. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui  fitur pengganti terbaik mewakili garis pantai pada bentuk lahan fluvio-marin dan kars. Data landsat 8 digunakan sebagai input data garis pantai. Informasi fitur penganti yang digunakan meliputi Stable Dune Vegetation Line (StDVL), Seaward Dune Vegetation Line (SwDVL), dan Instantaneous Water Line (IWL). Band 5 dan 4 Landsat sebagai input persamaan DVI. Data DVI dan band 7 Landsat dilakukan proses thershold untuk memisahkan darat dan laut. Data thershold DVI diturunkan untuk memperoleh informasi fitur pengganti StDVL dan  SwDVL. Data thershold band 7 diturunkan untuk memperoleh informasi fitur pengganti IWL. Fitur penganti terbaik diperoleh dengan membandingkan garis pantai fitur penganti StDVI, SwDVI, dan IWL dengan watermark data citra landsat. Hasil penelitian ini adalah fitur penganti terbaik interpretasi garis pantai pada bentuk lahan fluvio-marin dan karst adalah StDVI, namun tidak dapat memetakan area yang tidak memiliki vegetasi stabil seperti kawasan gumuk pasir. Fitur pengganti IWL dengan baik memetakan perubahan kawasan muara namun tidak cocok memetakan kawasan karst. Pelaksanaan   analisis  fitur pengganti garis pantai memudahkan menentukan posisi garis pantai pada citra resolusi menengah.

Keywords


Karst; Fluvio-Marin; Garis Pantai; Bentuk Lahan; Landsat 8

Full Text:

PDF

References


Cenci, L. (2013). Gis and Remote Sensing for Coastal Evolution Studies : Multi-Proxy Shoreline Changes in the Ovar –Marinha Grande Area (Portugal) From 1984-2011 and 2022 Scenarios. April. https://doi.org/10.13140/2.1.3205.2807Cenci, L.,

Disperati, L., Sousa, L. P., Phillips, M., & Alve, F. L. (2013). Geomatics for Integrated Coastal Zone Management: multitemporal shoreline analysis and future regional perspective for the Portuguese Central Region. Journal of Coastal Research, 165(65), 1349–1354.

https://doi.org/10.2112/si65-228.1

Dewi, T. D. (2019). Karakteristik Hidrogeomorfologi Mata Air Di Kawasan Karst Kecamatan Kayen Kabupaten Pati. Proceeding of The URECOL, 202–208.

Kurnianto, F. A. (2019). Keberagaman Bentuk Lahan Di Wilayah Pesisir Dan Kaitannya Dengan Karakteristik Proses Geomorfologi. MAJALAH PEMBELAJARAN GEOGRAFI, 2(2), 197–209.

Napisah, K., &Noor, A. (2016). Karakteristik Lahan dan Arahan Komoditas Berdasarkan Agroekologi Zone untuk Pengembangan Pertanian di Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan. Prosiding Seminar Nasional Inovasi Teknologi Pertanian Banjarbaru, 20.

Pahleviannur, M. R., Kinthen, N., Novitasari, H., & Nurohmah, I. (2020). Comparative Study of the Identification Potential of Natural Resources in the Gunungkidul Coastel Region. LaGeografia, 18(2), 129–136. https://ojs.unm.ac.id/Lageografia/article/view/12075/7539

Suharyo, O. S., & Hidayah, Z. (2019). PEMANFAATAN CITRA SATELIT RESOLUSI TINGGI UNTUK IDENTIFIKASI PERUBAHAN GARIS PANTAI PESISIR UTARA SURABAYA. Jurnal Kelautan: Indonesian Journal of Marine Science and Technology, 12(1), 89–96.

Wicaksono, A., & Wicaksono, P. (2019). Akurasi geometri garis pantai hasil transformasi indeks air pada berbagai penutup lahan di Kabupaten Jepara. Majalah Geografi Indonesia, 33(1), 86–94.


Article Metrics

Abstract view : 37 times | PDF view : 4 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Olivia Elfatma

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.

 

 

LaGeografia: Jurnal Program Studi Pendidikan Geografi, Jurusan Geografi, Fakultas MIPA, Universitas Negeri Makassar.

Email: lageografia@unm.ac.id | +6285298749260

 

Editorial Office