KARAKTERISASI BAHAN PADUAN Nd1+xBa2-xCu3O7 YANG DITUMBUHKAN DENGAN METODE REAKSI PADATAN

Raudah Raudah(1*), Eko Hadi Sujiono(2), Subaer Subaer(3),

(1) Jurusan Fisika FMIPA UNM
(2) Universitas Negeri Makassar
(3) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.35580/jspf.v7i2.954

Abstract


Telah berhasil dikembangkan bahan paduan oksida  Nd1+xBa2-xCu3ONdBaCuO yang ditumbuhkan dengan metode reaksi padatan pada variasi rasio molar x=0; -0,1; -0,2; dan -0,3. Campuran bahan padatan dalam bentuk serbuk dibuat homogen melalui proses penggerusan pada rute tertentu dan disintering pada suhu 950 oC. Untuk mengetahui tingkat kualitas suatu material maka dianalisis homogenitas campuran bahan dengan karakterisasi XRD (X-Ray Diffraction) untuk mengetahui struktur Kristal suatu bahan dan SEM (Scanning Electron Microscope) untuk mengetahui morfologi permukaan suatu bahan paduan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa semakin kecil nilai rasio molar (x) maka jarak antar atomnya akan semakin kecil dan pada x=0 tumbuh spiral growth.

Kata kunci : NdBaCuO; Metode reaksi padatan; Rasio molar; Struktur kristal; morfologi permukaan



Full Text:

PDF

References


Darminto. (2008). Pengantar Kristalografi dan Difraksi Kristal. Surabaya: Jurusan Fisika FMIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Ismunandar. (2004). Padatan Oksida Logam (Struktur, Sintesis, dan Sifat-Sifatnya). Bandung: ITB.

Ismunandar dan C. Sen. (2006). Mengenal Superkonduktor. (Jurnal Online LIPI). November 2, 2009. http://www.fisikanet.lipi.go.id/utma.cgi.

Muhsin, Yulianto. (2006). Barium. Desember 19, 2009. Redaksi chem-is-try.org. (http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/Barium/).

Muhsin, Yulianto. (2006). Tembaga. Desember 19, 2009. Redaksi chem-is-try.org. (http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/tembaga/).

Muhsin, Yulianto. (2006). Neodinium. Desember 19, 2009. Redaksi chem-is-try.org. (http://www.chem-is-try.org/tabel_periodik/neodinium).

Mori, Z, dkk. (2000). Effects of Nd-Ba Substitution in sputter deposited Nd1+xBa2-xCu3O (NBCO) thin film. Jurnal of Physica B, 1037-1038.

Pratapa, S. (2008). Teori Difraksi dan Identifikasi Fase. Surabaya: Laboratorium Difraksi Sinar-X, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat ITS.

Sartono, Arif. (2006). X-Ray Diffraction (XRD). Jakarta: Departemen Fisika FMIPA Universitas Indonesia.

Sartono, Arif. (2006). Scanning Electron Microscopy (SEM). Jakarta: Departemen Fisika FMIPA Universitas Indonesia.

Scott. Basics of X-Ray Diffraction. Juni 30, 2009. (http://prism.mit.edu/xray).

Subaer & Abdul Haris. (2007). Fisika Material. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Sugiyarto, K. H. (2001). Kimia Organik I. Makassar: Jurusan Kimia FMIPA Universitas Negeri Makassar.

Sujiono, E. H. (2005). Mengenal Bahan Superkonduktor. Makassar: State University of Makassar Press.

Yaman, Ikhman. (2004). Efek Perlakuan Temperatur Terhadap Struktur Kristal dan Perubahan Sampel LaAlO3. Skripsi UNM. Makassar: Tidak diterbitkan.

Yundra F, Erfin, dkk. (2000). Pengaruh Suhu Pembakaran Terhadap Sifat-Sifat Komposit Keramik Alumina-Zirkonia. Prosiding Simposium Fisika Nasional XVIII, 226- 233.


Article Metrics

Abstract view : 219 times | PDF view : 80 times



Diterbitkan oleh:

Jurusan Fisika, Jalan Daeng Tata Raya, Kampus UNM Parangtambung Makassar Kode Pos: 90224 Telp/Fax (0411)840622

Website: http://ojs.unm.ac.id, email: [email protected]