PEMODELAN SEBARAN POLUTAN UDARA AKIBAT AKTIVITAS PLTD TELLO KOTA MAKASSAR MENGGUNAKAN MODEL DISPERSI GAUSS

Muhammad Arief Fitrah Istiyanto Aslim(1*),

(1) Prodi Fisika UNM
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.35580/jspf.v15i1.9473

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan model sebaran polutan udara dan memprakirakan konsentrasi polutan yang diakibatkan oleh aktivitas PLTD Tello Kota Makassar. Sebaran polutan dimodelkan menggunakan program Matlab dengan batasan wilayah sebaran sejauh 3000 meter dari sumber polutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi maksimum CO yang terbesar dihasilkan pada bulan September hingga Desember dengan nilai konsentrasi sebesar 9,5 μg/m3 untuk siang hari yang terletak sejauh 900 meter dari sumber polutan, sedangkan pada malam hari dari bulan Agustus hingga Desember dengan nilai konsentrasi sebesar 5,3 μg/m3 yang terletak sejauh 2900 meter dari sumber polutan. Polutan pada malam hari terdispersi lebih jauh dengan konsentrasi maksimum yang lebih kecil dibanding siang hari dikarenakan stabilitas atmosfer pada malam hari lebih stabil sehingga menyebabkan polutan terdispersi secara lebih jauh dan lebih merata. Stabilitas atmosfer pada malam hari di tahun 2017 umumnya netral dan sedikit stabil, sedangkan pada siang hari umumnya tidak stabil dan sedikit tidak stabil.

Full Text:

PDF

References


Achmad, R. 2011. Kimia Lingkungan (Vol. 1). Retrieved from http://repository.ut.ac.id/4658/2/PEKI4312-M1.pdf

Ali, B., & Nugroho, P. A. 2017. Analisis Pemakaian Bahan Bakar High Speed Diesel dan Biodiesel (B30) Terhadap Konsumsi Bahan Bakar dan Emisi Gas Buang Mesin Diesel PLTD 1.4 MW. Presisi, 18(2), 30–41.

Badan Pusat Statistik Indonesia. 2016. Statistik Lingkungan hidup Indonesia. Jakarta.

Badan Pusat Statistik Kota Makassar. 2018. Kota Makassar Dalam Angka 2018.

De Visscher, A. 2014. Air Dispersion Modeling Foundations and Applications. New Jersey: John Wiley & Sons, Inc.

Dicke, J. L. 1974. Effective Stack Height/Plume Rise. North Carolina: United State Environmental Protection Agency. Retrieved from http://nepis.epa.gov/EPA/html/DLwait.htm?url=/Exe/ZyPDF.cgi/9100OX85.PDF?Dockey=9100OX85.PDF

Faridiaz, S. 1992. Polusi Air dan Udara. Yogyakarta: Kanisius.

Hoesodo, D. 2004. Permodelan Pencemaran Udara Akibat Lalu Lintas di Jalan Arteri (Studi Kasus Ruas Jalan Soekarno-Hatta di Kota Bandung). Universitas Diponegoro.

Ilahuda, A. G., & Nontji, A. 1999. Oseanografi Indonesia dan Perubahan Iklim Global (El Nino dan La Nina). In Kita dan Perubahan Iklim Global: Kasus El Nino - La Nina. Jakarta: LIPI.

Nauli, T. 2002. Pola Sebaran Polutan Dari Cerobong Asap. Prosiding Pertemuan Dan Presentasi Ilmiah Penelitian Dasar IImu Pengetahuan Dan Teknologli Nuklir P3TM-BATAN Yogyakarta, 313–320. https://doi.org/0216-3128

Patandean, A. J. 2006. Fisika Lingkungan. Makassar: Badan Penerbit Universitas Negeri Makassar.

Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1999. 1999. Pengendalian Pencemaran Udara.

Permatasari, A. A. I. 2014. Analisis Sebaran Pencemaran Udara Menggunakan Model Dispersi Gauss Dan Pemetaan ArCGIS 10. Prosiding Seminar Biologi, 11, 612–616.

Permen LH No. 21 Tahun 2008. 2008. Baku Mutu Emisi Sumber Tidak Bergerak Bagi Usaha dan/atau Kegiatan Pembangkit Tenaga Listrik Termal.

Peterson, W. B. 1978. User’s guide for PAL. A Gaussian-plume algoritm for point, area, and line sources. United State Environmetal Protection Agency 600/4-78-013. North Carolina: United State Environmental Protection Agency. Retrieved from http://nepis.epa.gov/Exe/ZyPDF.cgi/20015LT2.PDF?Dockey=20015LT2.PDF

Qipra Galang Kualita. 2007. Memprakirakan Dampak Lingkungan Kualitas Udara. Deputi Bidang Tata Lingkungan - Kementerian Negara Lingkungan Hidup.

Soedomo, M. 2001. Pencemaran Udara. Bandung: Penerbit ITB.

Turner, D. B. 1970. Workbook Of Atmospheric Dispersion Estimates. North Carolina: United State Environmental Protection Agency. Retrieved from http://www.dot.ca.gov/hq/research/researchreports/1969-1970/70-07.pdf%0A20.

Yananto, A., & Sibarani, R. M. 2016. Analisis Kejadian El Nino dan Pengaruhnya terhadap Intensitas Curah Hujan di Wilayah Jabodetabek. Jurnal Sains & Teknologi Modifikasi Cuaca, 17(2), 65–73.


Article Metrics

Abstract view : 194 times | PDF view : 31 times

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Diterbitkan oleh:

Jurusan Fisika, Jalan Daeng Tata Raya, Kampus UNM Parangtambung Makassar Kode Pos: 90224 Telp/Fax (0411)840622

Website: http://ojs.unm.ac.id, email: [email protected]