Red Mud Air Purifier (REPAF): Inovasi Teknologi Berbahan Baku Tailing Bauksit Sebagai Penyerap Asap Kebakaran Hutan Di Riau Dalam Upaya Mewujudkan Target SDGs 2030

Sasa Aulia(1*),

(1) Universitas Gadjah Mada
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/jessi.v3i2.38095

Abstract


Indonesia menempati urutan ke-9 sebagai negara dengan hutan dan lahan gambut terluas di dunia dengan luas 66,18 juta ha. Sebanyak 6.5 Juta ha berada di Pulau Sumatra, tepatnya Riau. Kebakaran hutan merupakan permasalahan krusial yang rutin terjadi setiap tahun. Pada tahun 2019, Dinas Kesehatan Provinsi Riau mencatat sebanyak 61.017 penduduk Riau terserang ISPA akibat asap kebakaran hutan. Kebakaran hutan menjadi penyebab utama Indonesia berada pada urutan keempat sebagai negara penyumbang emisi karbon tertinggi di dunia. Potensi sumber daya alam bauksit di Indonesia sangat melimpah. Badan Pusat Statistika mencatat terdapat 16.592.187,00 ton bauksit pada 2021 dan sebagian besar berada di wilayah Sumatra. Oleh karena itu, diusulkanlah sebuah inovasi pemanfaatan zeolit sintetis yang diolah dari tailing bauksit sebagai solusi dalam menangani asap kebakaran hutan di Riau. Sistem ini bernama Red Mud Panel Air Purifier (REPAF) yaitu suatu inovasi teknologi pembersih udara yang memanfaatkan zeolit sintetis dari hasil pengolahan tailing bauksit sebagai adsorben gas CO2. Metode penelitian meliputi perhitungan konsumsi energi dari REPAF, serta analisis kelayakan ekonomi dari penggunaan sistem REPAF. Proses pengolahan limbah bauksit menjadi zeolit sintetis dilakukan melalui proses fusi kaustik, dilanjutkan dengan penambahan prekursor natrium silikat, dan kristalisasi dengan temperatur 90-120°C di bawah tekanan atmosfer. Selanjutnya setelah tercapai kristalisasi, zeolit diaplikasikan di dalam aluminium. Hasil penelitian menunjukkan REPAF mampu menyerap gas CO2 dengan kapasitas penyerapan mencapai 6.4 mmol/g zeolit,. Konsumsi energi REPAF diperkirakan sekitar 7.142×105 kJ saat proses fusi kaustik serta 4.608×104 kJ saat proses kristalisasi dengan asumsi pemanfaatan tailing bauksit adalah 33.5%. Dengan adanya inovasi teknologi REPAF ini, dapat mengurangi permasalahan lingkungan yang diakibatkan dari limbah bauksit sekaligus menciptakan udara yang bersih sehingga diharapkan dapat menurunkan emisi karbon sebanyak 29% serta mewujudkan poin 3 dan poin 7 SDGs 2030.


Keywords


Adsorben; Kebakaran Hutan; REPAF; Riau; Tailing Bauksit

Full Text:

PDF

References


Andreae M. O. (1991) Biomass burning: Its history, use, and distribution and impact on ennvironmental quality and global climate. In Levine JS (ed) Global Biomass Burning: Atmospheric, Climatic, and Biospheric Implications pp 3–21 MIT Press Cambridge

Ginting, F., D. (2008). Pengujian Alat Pendingin Sistem Adsorpsi Dua Adsorber dengan Menggunakan Metanol 1000 ml sebagai Refrigeran. Jakarta: Universitas Indonesia.

Ojha, K., Pradhan, N. C., & Samanta, A. N. (2004). Zeolite from Fly Ash: Synthesis and Characterization. Bulletin of Materials Science, Vol. 27, No. 6, December 2004, pp. 555–564. DOI:10.1007/BF02707285

Meichelin, O. (2019). Pengawasan Dlh Terhadap Kegiatan Pertambangan Bauksit Sebagai Upaya Pengendalian Kerusakan Lingkungan Di Kabupaten Sanggau (Study Kasus Pt. Antam. Pengawasan Dlh Terhadap Kegiatan Pertambangan Bauksit Sebagai Upaya Pengendalian Kerusakan Lingkungan Di Kabupaten Sanggau (Study Kasus PT. Antam, (iii, 9), 1-9.

Milačič, R., Zuliani, T., & Ščančar, J. (2012). Environmental impact of toxic elements in red mud studied by fractionation and speciation procedures. Science of The Total Environment, 426, 359–365. https://doi.org/10.1016/j.scitotenv.2012.03.080

Mulyana, E. (2019). Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan Serta Pengaruhnya Terhadap Kualitas Udara Di Provinsi RIAU Februari – MARET 2014. Jurnal Sains Dan Teknologi Indonesia, 16(3). https://doi.org/10.29122/jsti.v16i3.3417

Noroozian, A., Mohammadi, A., Bidi, M., & Ahmadi, M.H. (2017). Energy, Exergy, and Economic Analyses of a Novel System to Recover Waste Heat and Water in Steam Power Plants. Energy Conversion and Management, 144, 351–360. https://doi.org/10.1016/j.enconman.2017.04.067

Ramdhani, E., & Permana, D. (2018). Potensi Pemanfaatan Red mud Pulau Bintan. Jurnal Zarah, 6(1), 1-5. doi: 10.31629/zarah.v6i1.325

Riogilang, H. & Masloman, H. (2009). Pemanfaatan Limbah Tambang Untuk Bahan Konstruksi Bangunan. EKOTON Vol. 9 No.1: 69-73, April 2009.

Saharjo, B. H., Nurhayati, A. D., Aryanti, E. (2013). Kandungan emisi gas rumah kaca pada kebakaran hutan rawa gambut di pelalawan Riau. Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia, 15(2), 78–82.

Saputra, R., (2006), Pemanfaatan Zeolit Sintetis sebagai Alternatif Pengolahan Limbah Industri. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada.

Septiansyah, I., & Santi, M. (2018). Pemanfaatan Alumina Waste dari Tailing Bauksit Menjadi Zeolit Adsorben Utilization of Alumina Waste from Bauxite Tailing To Adsorbent Zeolite. Eksplorium, 39, 123–130. https://doi.org/10.17146/eksplorium.2018.39.2.498

Vayda, A. (2006). Causal Explanation of Indonesian Forest Fires: Concepts, Applications, and Research Priorities. Human Ecology, 34(5), 615-635. doi: 10.1007/s10745-006-9029-x

Weitkamp, J. & Puppet, L. (1999). Catalysis and Zeolites: Fundamentals and Applications. Germany: Springer. ISBN-13: 978-3540636502

Xu, R., Yu, P., Abramson, M., Johnston, F., Samet, J., & Bell, M. et al. (2020). Wildfires, Global Climate Change, and Human Health. New England Journal Of Medicine, 383(22), 2173-2181. doi: 10.1056/nejmsr2028985


Article Metrics

Abstract view : 367 times | PDF view : 92 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Indexed by:

 

ROAD: the Directory of Open Access scholarly Resources

 

 

Creative Commons License

Journal of Embedded Systems, Security and Intelligent Systems (JESSI) is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License