PERUBAHAN LUAS DAN KERAPATAN HUTAN MANGROVE PULAU PANIKIANG KABUPATEN BARRU

A. Ibnu Rahmatullah Qamal(1*),

(1) 
(*) Corresponding Author



Abstract


ABSTRACT

                This study aims to find out how changes in mangrove forest area and how the density of mangrove forests in Panikiang Island changes from 1998 to 2018. Analysis of changes used is the analysis of remote sensing images. The image used is satellite imagery LANDSAT 5 TM acquisition 1998 and LANDSAT OIL imagery acquisition in 2018. The guided classification method with the maximum like-lihood method is used to determine changes in mangrove forest area, while for non-guided classification using NDVI formula.

                The results obtained in 1998 mangrove vegetation covering an area of 6.93 hectares experienced changes in land cover to non-vegetative mangrove and elsewhere on the island became 3.24 hectares of mangrove vegetation. Changes in the area of mangrove forests from 1998-2018 were 3.92 hectares.

The density of the Pannikiang Island mangrove forest in 1998 with the class of meetings decreased by 34.56 hectares, the density class increased by 23.67 hectares and the density rarely increased by 7.2 hectares.


Keywords


Mangrove; Area; Density; Remote Sensing; NDVI.

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

______, 2015b. Pedoman teknik pengolahan data pengindraan jauh landset 8, Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh, Lapan pusat pemanfaaatan penginderaan jauh.

______. 2015c. pedoman pengolahan data multispectral secara digital supervised untuk klasifikasi, pusat pemanfaaatan penginderaan jauh.

Amran, M.A. 1999. Pemanfaatan Citra Penginderaan Jauh Untuk Inventarisasi Hutan Mangrove. Lab. Inderaja dan Sistem Informasi Kelautan. Jurusan Ilmu Kelautan Universitas Hasanuddin: Makassar.

Arief, A. M. P., 2003. Hutan Mangrove Fungsi dan Manfaatnya. Penerbit Kanisius: Yogyakarta

Bambang T dan Gagat N, 2012. Standarisasi Koreksi Data Satelite Multiwaktu dan Multi Sensor (Landset TM/ETM Dan SPOT-4). Peneliti bidang sumber daya wilayah darat LAPAN.

BIG, 2014. Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial Nomor 8 Tahun 2014 Tentang Pedoman Teknis Pengumpulan Dan Pengolahan Data Geospasial Habitat Dasar Perairan Laut Dangkal Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Kepala Badan Informasi Geospasial (No.1063, 2014 BIG).

Danoedoro, P. 1996. Pengolahan Citra Digital Teori dan Aplikasinya. Fakultas Geografi Universitas Gadjah Mada: Yogyakarta.

Dharmawan, I Wayan Eka & Pramuji, 2014. Panduan Monitoring Status Ekosistem Mangrove. Pusat Penelitian Oseanografi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (Dharmawan) PT. Sarana Komunikasi Utama, Komplek Pertokoan Palazzo Blok R2 No-6 Mutiara Bogor Raya

Dimyati, R.D. dan M. Dimyati., 1998. Remote Sensing dan Sistem Informasi Geografis Untuk Perencanaan. Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah: Jakarta.

Foody. G. M. 2002. Status of land cover classification accuracy assessment.Departement Of Geography, University of Southampton, Highfield , Southampton, SO17 1BJ, UK

Hoffer, R.M., 1984. Remote Sensing to Measure the Distribution and Structure of Vegetation. Department Forestry and Natural Resources. Purdue University, West Lafayette, Indiana. USA

LAPAN, 2015a. Pedoman Pengolahan Data Penginderaan Jauh LANDSAT 8 untuk MPT. Pusat Pemanfaatan Penginderaan Jauh, Lapan pusat pemanfaaatan penginderaan jauh.

Lillesand, T. M. dan R.W. Kiefer. 1990. Penginderaan Jauh dan Interpretasi Citra. Diterjemahkan oleh Dulbari et al. Gajah Mada University Press. Yogyakarta.

Mulyadi, A. 1994. Studi Hutan Mangrove ke Arah Pemanfaatan yang Rasional Bagi Pertambakan di Wilayah Pangkajene dan Kepulauan. Skripsi Program Studi Ilmu dan Teknologi Kelautan. Universitas Hasanuddin. Ujung Pandang

Nontji, A. 2005. Laut Nusantara. Ikrar Mandiriabadi. Jakarta. ed.rev.cet.4

Noor, Rusila, Y., M. Khazali, dan I N.N. Suryadiputra. 1999. Panduan Pengenalan Mangrove di Indonesia. PHKA/WI-IP, Bogor).

Pratiwi, Rianta, 2013 MANAJEMEN KOLEKSI SPESIMEN BIOTA LAUT, Puslit Oseanografi LIPI: Jakarta.

RSNI, 2011. Survei dan pemetaan mangrove (Hasil Rapat Konsensus 28 Februari 2011) Panitia Teknis 07-01, bidang Informasi geografis/Geomatika di Cibinong

Seanger, P., E.J. Hegerl dan J.D.S. Davie. 1983. Global status of mangrove ecosystems. IUCN Commision on Ecology Papers No. 3. pp 88.

Sulastini Dian, 2011. SERI BUKU INFORMASI DAN POTENSI MANGROVE TAMAN NASIONAL ALAS PURWO: Banyuwangi.

Susilo, S.B. 2000. Penginderaan Jauh Terapan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor: Bogor.

Suwardi. 2013. Keanekaragaman Jenis Mangrove Di Pulau Panikiang Kabupaten Barru Sulawesi-Selatan. Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Hasanuddin, Makassar.

USGS, 2013, [Http://LANDSAT.usgs.gof] Diakses tanggal 20 Juli 2018

Wibisono, M.S. 2011. Pengentar Ilmu Kelautan Edisi 2. UI Press. Jakarta.

Widodo, Eko Yunianto Wahyu. 2014. Perubahan Kondisi Mangrove Antara Tahun 1999 – 2011 Di Pesisir Kecamatan Bungoro Kabupaten Pangkep. Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan, Universitas Hasanuddin: Makassar


Article Metrics

Abstract view : 88 times | PDF view : 16 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 A. Ibnu Rahmatullah Qamal

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. Flag Counter