IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN LAHAN KRITIS DENGAN MENGGUNAKAN TEKNOLOGI SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS (STUDI KASUS DAS JENERAKIKANG SUB DAS JENEBERANG KABUPATEN GOWA SULAWESI SELATAN

Rezki Amaliyah(1*),

(1) Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.35580/jes.v2i2.13377

Abstract


Abstrak

Penambahan jumlah penduduk mengakibatkan terjadinya peningkatan kebutuhan lahan yang memaksa masyarakat melakukan alih fungsi lahan hutan menjadi lahan pemukiman yang berdampak pada menurunnya kualitas lingkungan sehingga menyebabkan lahan tersebut menjadi kritis. Tujuan dari penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi tingkat kekritisan lahan (2) Untuk mengetahui tingkat kekritisan lahan (3) Untuk mengetahui upaya penanggulangan lahan kritis. Objek penelitian ini yaitu Lahan di DAS Jenerakikang. Data primer yang digunakan meliputi data kemiringan lereng, struktur tanah, tekstur tanah, kedalaman efektif tanah, manajemen lahan dan data penggunaan lahan. Data sekunder yang digunakan meliputi data DEM, Citra Landsat-8, data curah hujan, produktivitas lahan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif eksploratif dengan metode analisis yang digunakan yaitu metode skoring untuk mengidentifikasi tingkat kekritisan lahan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 4 faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kekritisan lahan yakni topografi, tanah, erosi dan vegetasi. Terdapat 4 kategori lahan kritis yakni tingkat lahan kritis dengan luas 32,02 Ha tingkat lahan agak kritis dengan luas 2.734,1 Ha, tingkat lahan kritis potensial kritis dengan luas 1.088,8 Ha dan tingkat lahan tidak kritis dengan luas 56,229 Ha. Upaya penanggulangan lahan kritis menggunakan metode fisik–mekanik dengan penerapan terasering dan metode biologis/vegetatif dengan penerapan multiple Cropping


Keywords


Lahan Kritis; DAS Jenerakikang

Full Text:

PDF

References


DAFTAR PUSTAKA

Argo, Yanuar. 2014. Penentuan Prioritas Penanganan Lahan Kritis di Kabupaten Sukabumi. Jurnal Widyariset. Vol.17, No.2: 251-258.

Fatir, M, Darwin.2019. WALHI Sebut Kawasan DAS Jeneberang Berstatus Kritis. https://makassar.antaranews.com/berita/110490/walhi-sebut-kawsan-das-jeneberang-berstatus-kritis diakses pada tanggal 28 Mei 2019 pukul 10.30 WITA.

Indrihastuti, D., Murtilaksono, K., Tjahjono, B. 2016. Analisis Lahan Kritis dan Arahan Rehabilitasi Lahan dalam Pengembangan Wilayah Kabupaten Kendal Jwa Tengah. Jurnal Tata Loka. Vol.18, No.3: 141-156.

Renyut, L.R., Kumurur, V.A., Karongkong, H.H. 2018. Identifikasi dan Pemetaan Lahan Kritis dengan menggunakan Teknologi Sistem Informasi Geografis (Studi Kasus Kota Bitung). Jurnal Spasial. Vol.5, No.1.

Sylviani & Yosefi, E. 2010. Potensi dan Pemanfaatan Sumberdaya Air di Daerah Aliran Sungai Jeneberang dan Kawasan Hutan Lindung (Studi Kasus di Kabupaten Gowa, Provinsi Sulawesi Selatan). http://kelembagaandas.wordpress.com/kelembagaan-pengelolaan-sda/sylviani-dan-elfida-yosefi-s/ diakses pada tanggal 28 Mei 2019 pukul 10.45 WITA.


Article Metrics

Abstract view : 246 times | PDF view : 68 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Rezki Amaliyah

 Diterbitkan Oleh:

Prodi Geografi, Jurusan Geografi

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan alam

Universitas Negeri Makassar

 

Creative Commons License

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License