Penerapan Model Green School dalam Rangka Membentuk Gaya Hidup Berkelanjutan di SMA Negeri 5 Kota Makassar

Muhammad Syukur(1*), Darman Manda(2),

(1) Dosen Pendidikan Sosiologi FIS UNM
(2) Dosen Antropologi FIS UNM
(*) Corresponding Author




DOI: https://doi.org/10.26858/humanis.v20i1.19660

Abstract


Permasalahan program green school yang dilaksanakan disekolah belum disisipkan dalam kurikulum pembelajaran atau materi pelajaran di sekolah sehingga efeknya kepada siswa belum terlalu terasa. Guru-guru kadang merasa prihatin dalam mengatasi permasalahan sampah di sekolah, dalam  menjaga  kebersihan  sekolah  dan  dalam  memilih  jenis  tanaman  yang  perlu ditanam di sekolah yang bisa memberikan banyak  manfaat, sementara guru menjadi ujung tombak pelaksanaan Go green school di Sekolah. Pelatihan ini menggunakan metode ceramah, diskusi, dan Focus Group Discussion (FGD). Hasil evaluasi tahap pertama menunjukkan rendahnya pemahaman para guru dan siswa mengenai peran dan fungsi yang harus mereka jalankan dalam membantu sekolah untuk pelaksanaan go green school. Rendahnya pemahaman tersebut disebabkan karena adanya pemahaman diantara guru dan siswa bahwa tanggung jawab tata kelolah sampah dan penataan lingkungan sekolah menjadi tanggung jawab kepala sekolah dan pemerintah. Setelah guru dan siswa mendapatkan materi pelatihan dan dilakukan evaluasi nampak bahwa para guru dan siswa sudah bisa memahami peran dan fungsi yang bisa mereka jalan dalam membantu sekolah dalam pelaksanaan go green school. Antuasiasme mereka dalam mengikuti pelatihan membuat mereka memiliki tingkat pemahaman yang tinggi dalam menjalankan fungsi peran mereka dalam menjalankan go green school di SMA 5 Makassar.

 

Abstract. The problem of the green school program implemented in schools has not been included in the learning curriculum or subject matter in schools so that the effect on students has not been felt. Teachers sometimes feel concerned about overcoming the problem of garbage in schools, in maintaining the cleanliness of schools and in choosing the types of plants that need to be planted in schools that can provide many benefits, while teachers are at the forefront of implementing Go green school in schools. This training uses lecture, discussion, and Focus Group Discussion (FGD) methods. The results of the first stage evaluation showed that teachers and students had low understanding of the roles and functions they had to carry out in helping schools to implement go green school. The low understanding is due to an understanding between teachers and students that the responsibility for managing waste and structuring the school environment is the responsibility of the principal and the government. After teachers and students received training materials and evaluated it appeared that teachers and students could understand the roles and functions they could take in assisting schools in implementing go green school. Their enthusiasm in participating in the training made them have a high level of understanding in carrying out their role functions in running go green school at SMA 5 Makassar.


Full Text:

PDF

References


Amirullah, A., Madjid, S., & Ahmadin, A. (2020). Peningkatan Pemahaman Peran dan Nilai-Nilai Perjuangan Tokoh Nasional Bung Karno Dan Hatta Sebagai Proklamator Bagi Guru Sejarah Sma Se-Kabupaten Polewali Mandar. Humanis, 19(1), 6-11.

Huberman, M., & Miles, M. B. (2002). The qualitative researcher’s companion. Sage.

Landriany, E. (2014). Implementasi kebijakan adiwiyata dalam upaya mewujudkan pendidikan lingkungan hidup di SMA Kota Malang. Jurnal Kebijakan Dan Pengembangan Pendidikan, 2(1).

Muzadi, A., & Mutholingah, S. (2019). Integrasi Pendidikan Berwawasan Lingkungan Hidup (Green School) Melalui Pembelajaran Pai Di Sekolah. TaLimuna: Jurnal Pendidikan Islam, 8(2), 53–71.

Rezkita, S., & Wardani, K. (2018). Pengintegrasian Pendidikan Lingkungan Hidup Membentuk Karakter Peduli Lingkungan Di Sekolah Dasar. Trihayu, 4(2), 259008.

Sulaeman, S. (2016). Manajemen sekolah Adiwiyata Mandiri di Kota Bandung: Studi deskriptif analitik di SD BPI dan SDN Cijawura Kota Bandung. UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

Suyadi, S. (2010). Konsep Edutaiment Dalam Pembelajaran di Tingkat SD/MI (Antisipasi Keterkejutan Mental Anak Pada Masa Transisi Dari TK/RA ke SD/MI). Al-Bidayah: Jurnal Pendidikan Dasar Islam, 2(1).

Syukur, Muhammad. (2014). Transformasi Penenun Bugis Wajo Menuju Era Modernitas. Paramita: Historical Studies Journal, 24(1).

Syukur, Muhammad. (2016). Social Network of Bugis Weavers at Wajo Regency, South Sulawesi. KOMUNITAS: International Journal of Indonesia Society and Culture, 8, 155–168.

Syukur, Muhammad. (2013). Sistem Ekonomi Lokal Masyarakat Bajo:(Studi Kasus pada Penenun Di Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan). IPB: Disertasi.


Article Metrics

Abstract view : 661 times | PDF view : 69 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Muhammad Syukur, Darman Manda

License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/

DITERBITKAN OLEH:

Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Makassar

Kampus Gunung Sari, Fakultas Ilmu Sosial Lt.2, Jl. Raya Pendidikan, Makassar. 90222.

Telepon 082395232077

E mail: humanis01jurnal19@gmail.com


 

DIINDEKSIKAN OLEH

 

 

DILISENSI OLEH:

Lisensi Creative Commons
Humanis dilisensikan dengan Lisensi Internasional Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 .