Nelayan Rajungan di Kampung Lantebung Kota Makassar 2000-2019

Nurainun Nurainun(1*), Najamuddin Najamuddin(2), Ahmadin Ahmadin(3),

(1) 
(2) Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM
(3) Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNM
(*) Corresponding Author



Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan tentang : pentingnya Rajungan bagi masyarakat Lantebung, latar belakang perdagangan rajungan di Kampung Lantebung, dan dinamika perdagangan rajungan di Kampung Lantebung pada tahun 2000-2019. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rajungan memiliki nilai penting karena menangkap rajungan adalah bagian dari warisan masa lalu. Selain itu, rajungan merupakan penopang kehidupan masyarakat Lantebung. Adapun yang melatarbelakangi masyarakat Lantebung menangkap rajungan dimulai ketika munculnya perusahaan besar yang melirik hasil tangkapan rajungan di awal tahun 2000-an sehingga masyarakat setempat menjadikan rajungan sebagai komoditas utama di samping hasil tangkapan laut lainnya. Dijadikannya rajungan sebagai komoditas memberikan pemahaman pada masyarakat setempat untuk melestarikan habitat rajungan, yakni hutan mangrove (bakau). Pelestarian hutan bakau ini pula membawa dampak ekonomi tersendri seperti adanya eko-wisata mangrove, kemudian dapat merangsang roda ekonomi masyarakat pesisir Kampung Lantebung. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa secara umum rajungan memberikan banyak manfaat tidak hanya dari segi ekonomi, segi sosial-masyarakat, tetapi juga pelestarian lingkungan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode sejarah yang terdiri atas tahapan: heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Metode pengumpulan data dilakukan dengan cara studi arsip dan studi pustaka.


Keywords


Rajungan; eko-wisata mangrove; Kampung Lantebung.

Full Text:

PDF

References


Agustina, R. D. (2020). Kelimpahan Rajungan pada Berbagai Kondisi Mangrove di Pulau Sabangko Pangkep. Makassar: Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan UNHAS.

Ahmadin. (2009). Ketika Lautku Tak Berikan Lagi. Makassar: Rayhan.

Ahmadin. (2013). Metode Penelitian Sosial. Makassar: Rahyan Intermedia.

Anggraini, A. F., Primyastanto, M., & Nurjannati, T. (2016). The Industrial Development of PT. Philips Seafood Indonesia Pasuruan to Fulfill Basic Material of Crab (Portunus Pelagicius). Economic and Social of Fisheries and Marine Journal, 105-112.

Bahri, J. (n.d.). ADRT (2021). Integrasi Nilai Karakter Pada Pembelajaran Sejarah Lokal (Muhammad Syukur (Ed.)). Media Sains Indonesia.

Bahtiar. (2018, Oktober 27). Wawancara. (A. N. J, Interviewer)

Bahtiar. (2018, Oktober 13). Wawancara. (A. N. j, Interviewer)

Bahtiar. (2020, September 13). Wawancara. (A. N. J, Interviewer)

Bahtiar. (2020, September 13). Wawancara. (A. N. J, Interviewer)

Bahtiar, & Basir. (2019, Maret 19). Wawancara. (A. N. J, Interviewer)

Basri. (2018, Oktober 27). Wawancara. (A. N. J, Interviewer)

BPS. (2016; 2017; 2018; 2019;). Tamalanrea dalam Angka Tahun. Makassar: Badan Pusat Statistik.

BPS. (2019). Tamalanrea dalam Angka Tahun 2019. Makassar: Badan Pusat Statistik.

Demmallino, E. B. (2018). Pa'lopoan : Kepanritaan dalam Pemanfaatn Sumber Daya anugrah dan Kipranya dalam Percaturan Ekonomi Nasional. Seminar Nasional IKAJIS I "Sulawesi dalam Jaringan Dunia Maritim abad 17 s/d 20 memorie lucture Edward L. Poelinggomang. Makassar: IKAJIS.

DKPPP, & CCOP-IFAD. (2016). Papan Informasi . Makassar: Dinas Kelautan, Perikanan, Pertanian, dan Peternakan Kota Makassar bekerjama dengan Coastal Community Development Project Internasional Fund for Agricultural Development.

Firdaus, A. N. (2015). Biologi, Kualitas air dan Perikanan Rajungan Portunus Pelagicus (Linnaeus,1758) di Kabupaten Cirebon. Jakarta: Universitas Indonesia.

Ilyas. (2018, Oktober 27). Wawancara. (A. N. J, Interviewer)

Ilyas. (2020, September 13). Wawancara. (A. N. J, Interviewer)

S. (1997). Tinjauan tentang Perkembangan Penelitian Budidaya Rajungan (Portunus Pelagicius). Oseana, 2. Juana,

Bahri, B., Rifal, R., Padiatra, A. M., Najamuddin, N., Ahmadin, A., & Rahman, A. (2020). Sosialisasi Pemahaman Sejarah Dan Budaya Bahari Sebagai Upaya Mencegah Pencemaran Laut Pada Remaja. Dimasejati: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(2), 151–160.

Majid, M. S., & Hamid, A. R. (2008). Pengantar Ilmu Sejarah. Makassar: Rayhan Intermedia.

Majid, M. S., & Hamid, A. R. (2008). Pengantar Ilmu Sejarah. Makassar: Rayhan Intermedia.

Moosa, M., Burhanuddin, H. R., & dkk. (1980). Beberapa Catatan Rajungan dari Teluk Jakarta dan Pulau-pulau Seribu. Dalam: SUmber Daya Hayati Bahari. jakarta: Lembaga Oseanologi Nasional-LIPI Jakarta.

Muhajrin. (2018, Oktober 27). Wawancara. (A. N. J, Interviewer)

Muhajrin. (2018, November 5). Wawancara. (A. N. J, Interviewer)

Mursalim. (2019). Pembukuan Kelompok Nelayan. Makassar: Mursalim.

Mursalim. (2020, September 13). Wawancara. (A. N. J, Interviewer)

Mursalim. (2020, September 13). Wawancara. (A. N. J, Interviewer)

Mursalim. (2020, September 13). Wawancara. (A. N. J, Interviewer)

Nejering, R. (2017). Moderenisasi dan Ekonomi Masyarakat Nelayan Kampung Gusung Kotamadya Ujung Pandang. Depok: Universitas Indonesia.

Perikanan, D. K. (2000). Pedoman Umum Pengelolaan Pulau- pulau kecil yang Berkelanjutan dan Berbasis Masyarakat. Jakarta: Departemen Kelautan dan Perikanan.

Putra, H. S. (1988). Minawang: Hubungan Patron Klien di Sulawesi Selatan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.

Risa, E. (2020, September 22). Kasi Pemerintahan Kelurahan Bira. (A. N. J, Interviewer)

Rustam, Hamsiah, & Hartinah. (2020). Pengembangan Usaha Budidaya Kepiting dalam Kawasan Hutan Magrove Melalui Sistem Silvofishery yang Berbasis Masyarakat. Baliresso, 65-74.

Satria, A., & dkk. (2017). Laut dan Masyarakat Adat: Kajian Praktik Pengelolaan Sumber Daya Laut Berbasis Kearifan Lokal oleh Masyarakat Adat Pulau-pulau Kecil Terluar. Jakarta: Kompas bekerjasama dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan.

Selatan, D. P. (1946-1947). Investaris Arsip Negara Indonesia Timur. In W. v. Wolk, Memorie van Overgave (pp. 131-132). Maros: Dinas Perpustakaan dan Arsip Provinsi Sulawesi selatan.

Septiani, S. D. (n.d.). Modernisasi Perikanan Pada Komunitas Bajo di Kecamatan Wangi-Wangi Kabupaten Wakatobi (1972-2018). PATTINGALLOANG, 8(2), 109–118.

Simangsunsong, B., & dkk. (1996). Benua Maritim Indonesia. Jakarta: Direktorat teknologi Inventaris Sumberdaya Alam bekerjasama dengan Dewan Pertahanan Keamana Nasional.

Supartono, Wahyu, & Rakhamadhi, P. (2015). Analisis Penolakan Produk Ekspor Indonesia Rajungan (Portunus pelagicus) dan Kepiting (Scylla serrata) di Amerika Serikat. Universitas Gajah Madha, 28-29.


Article Metrics

Abstract view : 36 times | PDF view : 13 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2022 Nurainun Nurainun, Najamuddin Najamuddin, Ahmadin Ahmadin

License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/

PUBLISHED BY :

Prodi Pendidikan Sejarah

Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Makassar

Kampus Gunung Sari, Fakultas Ilmu Sosial Lt.3, Prodi Pendidikan Sejarah, Jl. Raya Pendidikan, Makassar. 90222.Phone 082395232077 E mail amirullah8505@unm.ac.id

 

Attoriolong INDEXED BY

 

 

LICENSED BY :

Creative Commons License
Attoriolong is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.