BIMA MASA REVOLUSI KEMERDEKAAN INDONESIA

H.saleh madjid(1*),

(1) 
(*) Corresponding Author



Abstract


Menjelang proklamasi kemerdekaan pemuda-pemuda Bima semakin meningkatkan kegiatannya untuk mendapat dukungan massal. Sementara pemimpin-pemimpin Jepang sudah mulai diliputi oleh perasaan ragu-ragu mendengar kabar perang melawan Sekutu yang semakin mendesak Jepang untuk menyerah. Berita akan penyerahan Jepang pada akhirnya tersiar dari mulut kemulut. Dengan susah payah penguasa Jepang berusaha menutupi hal itu sementara pesawat-pesawat giat menyebarkan pamflet mengenai penyerahan Jepang. Siasat ini dimaksudkan supaya pemuda-pemuda tidak mempergunakan kesempatan tersebut untuk mengadakan perlawanan terhadap penguasa Jepang. Pada waktu diterima berita proklamasi kemerdekaan sampai Sultan Muhammad Salahuddin menyatakan bahwa daerah kesultanan Bima masuk dalam wilayah  Negara  republik Indonesia tanggal 31 Oktober 1945.  Mendengar hal tersebut para pemuda progresif melakukan kontak dengan pemimpin mereka guna mendesak Sultan Bima supaya segera menentukan sikapnya dan mengumumkan kepada rakyat akan kemerdekaan di daerah ini.

Article Metrics

Abstract view : 1 times |

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c)



PUBLISHED BY :

Prodi Pendidikan Sejarah

Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Makassar

Kampus Gunung Sari, Fakultas Ilmu Sosial Lt.3, Prodi Pendidikan Sejarah, Jl. Raya Pendidikan, Makassar. 90222.Phone 082395232077 E mail [email protected]

 

Attoriolong INDEXED BY

 

 

LICENSED BY :

Creative Commons License
Attoriolong is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.