Barombong dalam Konstelasi Politik Perang Makassar Abad XVI-XVII

Ali Tahir(1*), Najamuddin Najamuddin(2), Asmunandar Asmunandar(3),

(1) Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar
(2) Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar
(3) Prodi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Makassar
(*) Corresponding Author



Abstract


Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang posisi Barombong dalam konstelasi politik Perang Makassar abad XVI-XVII dengan menguraikan Barombong dalam panggung sejarah Kerajaan Gowa, Perang Makassar di Barombong serta dampak peperangan di Barombong terhadap pihak yang bertikai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Barombong mulai hadir dalam panggung sejarah Kerajaan Gowa pada masa pemerintahan Raja Gowa IX Karaeng Tumaparisi Kallonna yang menempatkan salah satu benteng pertahanannya di wilayah ini, kemudian dalam Perang Makassar terutama pada tahun 1667 Barombong tampil sebagai arena peperangan dan arena perundingan 13 November dan 18 November 1667. Posisi yang demikian penting itu membuat peperangan di Barombong memberikan dampak yang signifikan bagi pihak yang bertikai, terhadap Kerajaan Gowa menjadi titi awal  melemahnya kekuatan poliknya, terhadap Kerajaan Bone dengan memperoleh kemerdekaan secara de facto dan bagi VOC ini menjadi awal untuk menguasai perdagangan khususnya di Timur Nusantara. Metode penelitian yang dilakukan adalah dengan pendekatan ilmu sejarah dengan tahapan: (1)Heuristik, penelitian ini menggunakan kajian pustaka yang diperoleh di Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), Perpustakaan Umum Universitas Negeri Makassar, Perpustakaan Wilayah Provinsi Sulawesi Selatan, Dinas Arsip dan Perpustakaan Sulawesi Selatan, Perpustakaan Umum Kota Makassar, Perpusakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin, serta buku-buku koleksi pribadi. (2)Kritik, (3) Interpretasi dan (4) Historiografi.


Keywords


Barombong, Perang Makassar, Perundingan

Full Text:

PDF

References


(ed), C. S. (2008). Syair Perang Mengkasar. Makassar: Ininnawa.

Lontara Bilang Kerajaan Gowa-Talo. (1986). Makassar: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Sulawesi Selatan.

Abdullah, H. (1985). Manusia Bugis Makassar. Jakarta: Inti Idayu Press.

AM, M. I. (2004). Determinasi Lingkungan dalam Penempatan Benteng-benteng Kerajaan Gowa-Tallo Abad XVI-XVII (Skripsi). Makassar: Universitas Hasanuddin.

Andaya, L. Y. (2013). Warisan Arung Palakka. Makassar: Ininnawa.

Bantang, S. (2006). Sinrilik Perang Makassar Gowa 1653-1669. Makassar: Pusat Pelatihan Sanggar Sirajuddin.

Cummings, W. (2015). Penciptaan Sejarah Makassar di Awal Era Modern. Yogyakarta: Ombak.

Edward, M. d. (1985). Sejarah Kebudayaan Sulawesi Selatan. Jakarta: Depdikbud.

Kathryin Robinson, M. P. (2005). Tapak-tapak Waktu. Makassar: Ininnawa.

Mattulada. (2011). Menyusuri Jejak Kehadiran Makassar dalam Sejarah. Yogyakarta: Ombak.

MD, S. (1985). Sultan Hasanuddin Menentang VOC. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

MS, D. R. (1991). Peristiwa Rahun-tahun Bersejarah Daerah Sulawesi Selatan dari Abad XIV s/d XIX. Ujung Pandang: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Sulawesi Selatan.

Nabba, A. P. (2006). Sejarah Kerajaan Tanah Bone (Masa Raja Pertama dan Raja-raja Kemudiannya Sebelum Masuknya Islam sampai Terakhir). Gowa: Yayasan Al Muallim.

Oryza Aditama, K. A. (2017). Perang-perang terhebat Sepanjang Sejarah. Cemerlang Publishing.

Paeni, M. (2014). Membaca Manusia Bugis-Makassar. Makassar: CV. Gisna Multi Mandiri.

Patunru, A. R. (1967). Sejarah Gowa. Ujung Pandang: Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tenggara.

Patunru, A. R. (1989). Sejarah Bone. Ujung Pandang: Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan.

Patunru, A. R. (1993). Sejarah Gowa. Ujung Pandang: Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan.

Patunru, A. R. (1995). Sejarah Bone. Makassar: Yayasan Kebudayaan Sulawesi Selatan.

Poelinggomang, E. L. (2004). Perubahan Politik & Hubungan Kekuasaan Makassar 1906-1942. Yogyakarta: Ombak.

Poellinggomang, E. L. (2004). Sejarah Sulawesi Selatan Jilid I. Makassar: Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Sulawesi Selatan.

Rahma. (1985). Tahun-tahun Bersejarah Daerah Sulawesi Selatan dari Abad XIV-XIX. Makassar: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Sulawesi Selatan.

Rahman. (2012). Kerajaan Sandrobone Abad XVI-XVII. Makassar: Program Pasca Sarjana UnIVERSITAS Negeri Makassar.

Rasid, D. (1994). Laporan Penelitian Sejarah dan Nilai Tradisional Sulawesi Selatan. Ujung Pandang: Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Ujung Pandang.

Sejarah, T. P. (2013). Pengantar Ilmu Sejarah. Makassar: Universitas Negeri Makassar.

Sumatri, I. (2004). Kepingan Mozaik Sejarah Budaya Sulawesi Selatan. Makassar: Ininnawa.

Surjadi. (1993). Eksistensi Kerajaan Gowa sampai Ditandatanganinya Perjanjian Bungaya. Ujung Pandang: Universitas Hasanuddin.

Syahrul Yasin Limpo, d. (1995). Profil, Sejarah, Budaya dan Parawisata Gowa. Sungguminasa: Pemda TK II.

Syamsuddin, H. (2007). Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Ombak.


Article Metrics

Abstract view : 1269 times | PDF view : 64 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Ali Tahir, Najamuddin Najamuddin, Asmunandar Asmunandar

License URL: http://creativecommons.org/licenses/by-nc/4.0/

PUBLISHED BY :

Prodi Pendidikan Sejarah

Fakultas Ilmu Sosial

Universitas Negeri Makassar

Kampus Gunung Sari, Fakultas Ilmu Sosial Lt.3, Prodi Pendidikan Sejarah, Jl. Raya Pendidikan, Makassar. 90222.Phone 082395232077 E mail amirullah8505@unm.ac.id

 

Attoriolong INDEXED BY

 

 

LICENSED BY :

Creative Commons License
Attoriolong is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial 4.0 International License.