Hubungan antara Regulasi Diri dengan Kemampuan Berpikir Kreatif Dalam Kimia Peserta Didik Kelas XI IPA Se-Kabupaten Takalar

Dewi Satria AHMAR


DOI: http://dx.doi.org/10.2685/sainsmat5130442016

Abstract


ABSTRAK

Kemampuan berpikir kreatif merupakan salah satu jenis kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking). Wasis dkk. (2014) menyatakan bahwa kemampuan berpikir tingkat tinggi bukan hanya diperlukan dalam proses pembelajaran melainkan juga diperlukan untuk aplikasi dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, kemampuan berpikir kreatif sebagai bagian kemampuan berpikir tingkat tinggi perlu untuk dijadikan sebagai salah satu tujuan penting yang ingin dicapai untuk pendidikan saat ini. Sebagai usaha untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif peserta didik, maka diperlukan aspek-aspek yang dapat dijadikan sebagai dasar pemgembangan kemampuan berpikir kreatif peserta didik, salah satu aspek yang dapat dikaji adalah kemampuan regulasi diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada atau tidaknya hubungan antara regulasi diri dengan kemampuan berpikir kreatif peserta didik kelas XI IPA se-Kabupaten Takalar. Sampel penelitian terdiri dari 134 orang yang dipilih dengan menggunakan teknik strativied purposive random sampling. Data dikumpulkan dengan mengunakan angket regulasi diri yang terdiri dari 40 item (α = 0,756) dan angket kemampuan berpikir kreatif yang terdiri dari 32 item (α = 0,825). Dengan menggunakan analisis korelasi dan regresi sederhana, diperoleh bahwa koefisien korelasi antara kedua variabel tersebut adalah 0,595 dengan p = 0,000 (p < 0,05). Nilai tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara regulasi diri dengan kemampuan berpikir kreatif dalam kimia dan hubungan kedua variabel merupakan hubungan yang positif.

Kata kunci: Regulasi diri, kemampuan berpikir kreatif.

 

ABSTRACT

The ability to think creatively is one kind of higher order thinking. Wasis et al. (2014) stated that the ability to think critically is not only necessary in the learning process but also necessary for applications in everyday life. Therefore, the ability to think creatively as part of higher order thinking necessary to serve as one of the important objectives to be achieved for education today. In an effort to develop creative thinking abilities of students, the necessary aspects that can serve as the basis development creative thinking abilities of students, one of the aspects that can be assessed is the ability of self-regulation. This study aims to determine whether there is a relationship between self-regulation with creative thinking ability of students of grade XI in Takalar. The study sample consisted of 134 students who were selected using purposive random sampling technique strativied. Data were collected by using self-regulation questionnaire consists of 40 items (α = 0.756) and creative thinking abilities questionnaire consisting of 32 items (α = 0.825). By using simple correlation and regression analysis, found that the correlation coefficient between these two variables is 0.595, p = 0.000 (p <0.05). This value indicates that there is a relationship between self-regulation with creative thinking ability in chemistry and the relationship between the two variables is a positive relationship. Key words: Self-regulation, the ability to think creatively.


Full Text:

PDF

Article Metrics

Abstract view : 60 times
PDF - 41 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 SAINSMAT

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

web
analytics

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.