PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY-INQUIRY UNTUK MEREDUKSI MISKONSEPSI IPA PESERTA DIDIK SMP

Basman Tompo
M Arifin Ahmad
Muris Muris

Abstract


Misconceptions in the field of science in many areas ranging from primary level to higher education. However, the efforts made to overcome or reduce the occurrence of science misconceptions have not been successful. Therefore, the main problem of this study were (i) how the implementation of learning science at the junior high school today? (ii) how to develop the discovery inquiry learning model is valid, practical and effective way to reduce students  science misconceptions at junior high school. This research is a study of R & D (research and development), which refers to the stages of development Four-D (4-D), which is the stage of define, stage of design, stage of development and the stage of dissemination. The main objective of this research is to develop a learning model discovery inquiry for reducing science misconceptions at junior high school students are valid, practical, and effective. To obtain a valid model, practical, and effective, well developed instruments and learning devices. The products resulting from this research is the model book documents and supporting learning device models. The results showed that this happens science misconception adult students in SMP Negeri 2 Maros South Sulawesi for conception of Vibration and Light. Based on trial results indicate that the discovery inquiry  learning model developed have valid criteria, practical and effective. Discovery inquiry learning model is said to be valid for the assessment of all components of the learning model validator meet the elements of validity. Said to be practical for learning component discovery inquiry  implemented in full, and the ability of teachers to manage learning at the high category. While discovery inquiry  learning model is effective, because students experiencing science misconceptions reduction in the medium category, the activities of students in the learning achievement fulfilled the ideal time and students give positive response to the discovery inquiry  learning model.

Keywords : learing model, discovery inquiry, science misconception, model development

Kesalahan konsep dalam bidang IPA terjadi di banyak tempat mulai dari tingkat pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi. Namun, upaya yang dilakukan untuk mengatasi atau mereduksi terjadinya miskonsepsi IPA belum banyak membuahkan hasil. Oleh karena itu masalah utama penelitian ini adalah (i) bagaimana pelaksanaan pembelajaran IPA pada tingkat SMP? (ii) bagaimana mengembangkan  model pembelajaran discovery inquiry  yang valid, praktis dan efektif untuk mereduksi miskonsepsi IPA peserta didik SMP. Jenis penelitian ini adalah penelitian R&D (research and development) yang  mengacu pada tahapan pengembangan Four-D (4-D), yaitu tahap pendefinisian (define), tahap perancangan (design), tahap pengembangan (develop) dan tahap diseminasi (disseminate). Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan model pembelajaran discovery inquiry untuk mereduksi miskonsepsi IPA peserta didik tingkat SMP yang valid, praktis, dan efektif. Untuk memperoleh model yang valid, praktis, dan efektif, dikembangkan pula instrumen dan perangkat pembelajaran. Produk yang dihasilkan dari penelitian ini adalah dokumen buku model dan perangkat pembelajaran pendukung model. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi miskonsepsi IPA pada peserta didik di SMP Negeri 2 Maros Sulawesi Selatan untuk materi Getaran dan Cahaya. Berdasarkan hasil uji coba menunjukkan bahwa model pembelajaran discovery inquiry  yang dikembangkan telah memenuhi kriteria valid, praktis dan efektif. Model pembelajaran discovery inquiry dikatakan valid karena penilaian seluruh komponen model pembelajaran oleh validator memenuhi unsur kevalidan. Dikatakan praktis karena komponen pembelajaran discovery inquiry terlaksana seluruhnya, dan kemampuan guru mengelola pembelajaran berada pada kategori tinggi. Sedangkan model pembelajaran discovery inquiry efektif, karena peserta didik mengalami reduksi miskonsepsi IPA pada kategori sedang, aktivitas peserta didik dalam pembelajaran memenuhi unsur pencapaian waktu ideal serta peserta didik memberikan respon positif terhadap model pembelajaran discovery inquiry.

Kata Kunci:  model pembelajaran, discovery inquiry, miskonsepsi IPA, pengembangan model


Full Text:

PDF

References


Abdisa, G. 2012. The Effect of Guided Discovery on Students Physics Achievement. Journal Physics Education, (Online), 6(4): 193-199

Adnyani, N.W, dkk, 2013. Pengaruh Strategi Pembelajaran Konflik Kognitif Terhadap Penurunan Miskonsepsi Fisika Ditinjau dari Gaya Kognitif Siswa Kelas X Di SMA Negeri 1 Bebandem. Jurnal Universitas Pendidikan Ganesha

Fajar.DM dkk. 2013. Pengaruh Penggunaan Model Pembelajaran Inkuiri (Inquiry Learning) Terhadap Penurunan Miskonsepsi pada Materi Listrik Dinamis Kelas X SMAN 2 Jombang. Laporan Penelitian

Ilahi, T M, 2012. Pembelajaran Discovery Strategy & Mental Vocational Skill. Jogjakarta: DIVA Press

Iriyanti.N.P et al.2012. Identifikasi Miskonsepsi pada Materi Pokok Wujud Zat Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Bawang Tahun Ajaran 2009/2010. Laporan Penelitian. FKIP Universitas Sebelas Maret Surakarta.

Joyce.B, Weil.M, Calhoun.E. 2009. Models of Teaching Model-Model Pengajaran. Terjemahan. Edisi Kedelapan. Yogyakarta: Pustaka Pelajar

Istikomah dkk. 2013. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Metode Discovery Learning untuk Pemahaman Sains pada Anak TK B. Laporan Penelitian. Prodi Pendidikan Dasar Program Pasa Sarjana. Universitas Negeri Semarang.

Nirwana. 2013. Penggunaan Model Inquiry Berbasis ICT untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Kuliah Sejarah Fisika Mahasiswa Prodi Pendidikan Fisika Jurusan Pendidikan MIPA. FKIP: Universitas Bengkulu. Prosiding Seminar

No name. 2015. The Universal Declaration of Human Rights.

Simarmata,U. 2008. Penerapan Model Konstruktivis dalam Pembelajaran Fisika di SMU dalam Upaya Menanggulangi Miskonsepsi Siswa. Jurnal Universitas Negeri Medan, ISSN:1907-7157

Slavin,E. 1994. Educational Psychology: Theory And Practice. Massachusesttes: Allyn And Bacon Publishers

Sukardjo,M. dkk. 2012. Landasan Pendidikan Konsep dan Aplikasinya. Depok: PT Rajagrafindo Persada

Suparno, P. 1997. Filsafat Konstruktivisme dalam Pendidikan. Yogyakarta: Kanisius

. 2005. Miskonsepsi & Perubahan Konsep Pendidikan Fisika. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia

. 2007. Metodologi Pembelajaran Fisika. Yogyakarta: Universitas Sanata Darma

Taufik.M. 2011. Pengaruh Peta Konsep Fisika Terhadap Remediasi Miskonsepsi dan Pemahaman Konsep bagi Siswa di SMA. Jurnal Universitas Al Muslim (Online), Vol.11 No.3/XI/2011,

. 2012. Remediasi Miskonsepsi Mahasiswa Calon Guru Fisika pada Konsep Gaya Melalui Penerapan Model Siklus Belajar (Learning Cycle ) 5E. Jurnal UNS Semarang

Tayubi,Y.R, 2005. Identifikasi Miskonsepsi Pada Konsep-Konsep Fisika Menggunakan Certainty of Response Index (CRI). Jurnal Universitas Pendidikan Indonesia. (Online), No. 3/XXIV/2005,

Wenning.C.L, et al. 2011. 2011. Scientific Inquiry in Introductory Physics Courses. Journal of Physics Teacher Education (Online). Vol. 6 No. 2

Yamin, M. Paradigma Baru Pembelajaran. Jakarta: Ciputat Mega Mall Anggota IKAPI

Yunitasari.W. et al. 2013. Pembelajaran Direct Instruction Disertai Hierarki Konsep untuk Mereduksi Miskonsepsi Siswa pada Materi Larutan Penyangga Kelas XI IPA Semester Genap SMA Negeri 2 Sragen. Jurnal FKIP UNS Surakarta

Yusnita.R dkk. 2014. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis Penemuan Terbimbing (Guided Discovery) dengan Pendekatan Somatic, Auditory, Visual, Intellectual (SAVI) pada Materi Pokok Peluang Kelas IX SMP Tahun Pelajaran 2013/2014. Jurnal PPs Universitas Sebelas Maret Surakarta


Article Metrics

Abstract view : 65 times
PDF - 64 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Jurnal Sains dan Pendidikan Fisika (JSPF) memiliki ISSN Cetak: 1858-330X dan ISSN Online: 2548-6373